BY. COACH AMIR MAHMUDIN

Seorang anak perempuan mungkin tidak akan selalu mengingat semua hadiah yang pernah diberikan ayahnya.
Namun ia akan selalu mengingat bagaimana ayahnya membuat dirinya merasa berharga. Membuat dirinya merasa berarti dan dicintai.
Ketika ayah peduli, mendengarkan tanpa menghakimi, memeluk tanpa syarat, dan hadir memberikan perhatian yang tulus, saat itulah seorang anak perempuan belajar tentang arti cinta yang sehat dari sosok laki-laki.
Pertanyaannya bukan:
“Apakah saya sudah bekerja keras untuk keluarga?”
Tetapi,
“Apakah anak perempuan saya merasakan kehadiran saya di dalam hidupnya?”
Banyak ayah berjuang mencari nafkah demi masa depan anak. Namun tanpa disadari, ada anak perempuan yang diam-diam merindukan waktu, perhatian, dan percakapan sederhana bersama ayahnya.
Anak perempuan yang tumbuh dengan cinta dan penghargaan dari ayahnya cenderung memiliki rasa percaya diri yang lebih kuat. Ia belajar bahwa dirinya layak dihargai, layak dicintai, dan tidak perlu mencari perhatian dan pengakuan dari sembarang orang.
Hari ini, luangkan waktu sejenak untuk bertanya pada diri sendiri:
- Sudahkah saya menjadi tempat aman bagi anak perempuan saya?
- Kapan terakhir kali saya hadir mendengarkan ceritanya tanpa sibuk dengan ponsel?
- Apakah ia merasa dicintai karena dirinya, bukan karena prestasinya?
- Kenangan apa yang sedang saya bangun bersamanya hari ini?
Karena suatu hari nanti, anak perempuan kita akan tumbuh dewasa.
Dan ketika dunia mengajarkannya banyak hal tentang cinta, semoga ia dapat berkata,
“Aku tahu seperti apa cinta yang baik itu, karena aku pernah merasakannya dari ayahku.”
Jadilah ayah yang bukan hanya hadir di rumah, tetapi juga hadir di hatinya.
Karena ayah adalah cinta pertama yang akan menjadi standar bagi banyak hubungan dalam kehidupannya kelak.
Salam Harmonic
Coach Amir Mahmudin
JOIN GROUP MHP : https://chat.whatsapp.com/EiEWPTdKYPa9gPRAS2Bo2A
#muslimharmonicparenting
#muslim
#harmonic
#parenting
#coachingparenting